» » » Ada Islam di Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Bismillah,
Lima hari lagi menuju 17 Agustus yang katanya adalah hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Biasanya sih masyarakat merayakannya dengan berbagai aktivitas. Jangan salah, gini-gini, Admin juga dulu pernah jadi juara di salah satu ajang lomba perayaan itu hari. Iya sih, walaupun cuma lomba makan kerupuk, hihihi. Kan yang penting juara #bersedekap membesarkan hati sendiri.

Uh, di tahun 2015 ini, terhitung sejak diproklamasikannya kemerdekaan negara tercinta (peluk hangat Indonesia) usia si Mimin, eh maksudnya usia bangsa Indonesia sudah 70 tahun loh. Sudah punya cucu selusin kalau segitu mah. Wah, tua juga ya... pantesan bau tanah *ehh

Usut punya usut, ada sosok yang sangat berpengaruh dalam sejarah perjalanan kemerdekaan bangsa kita. Tanpa suara mereka, lah... entah seperti apa nasib Indonesia saat ini.  Sayangnya, sedikit generasi sekarang yang tahu mengenai hal tersebut, mungkin juga para pejabat tinggi negara.

Buruan deh, Min, kelamaan... Nah, Anda penasaran? (Admin sih enggak, orang sudah baca duluan #melet bangga)

Meskipun Indonesia sudah menyatakan merdeka, tapi tanpa pengakuan dari negara lain, kurang afdhol itu namanya. Sama saja ketika kamu mengumumkan bahwa kamu mahasiswa pandai tapi tidak dibarengi pengakuan dari teman-teman, itu namanya ke-pe-de-an.

Catat baik-baik di buku keramatmu, ya. Gini ceritanya (yang ini Mimin pake tampang serius). Dukungan dan pengakuan kedaulatan Indonesia pertama kali adalah dari negara-negara muslim  di Timur Tengah. Padahal dulu Mimin kira dari negara-negara Barat #garuk kepala. Dukungan kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina loh Gaes! M. Zein Hassan, Lc (Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia) dalam bukunya  "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" (hal 40) menyatakan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk mengambil sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (mufti besar Palestina). Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ucapan selamat beliau ke seluruh dunia Islam, bertepatan pengakuan Jepang atas kemerdekaan Indonesia.

Diawali dari Mufti Palestina itu, disusul deh sama negara berdaulat yang mengakui kedaulatan RI yaitu Negara Mesir pada tahun 1949. Dari situlah, gegap gempita dukungan dunia Arab semakin kuat. Katanya, para pembesar Mesir, Arab, dan Palestina membentuk Panitia Pembela Indonesia.

Ingat kan, Gaes, ketika terjadi serangan Inggris ke Surabaya? Iya, peristiwa pada 10 November 1945 itu, demonstrasi anti Belanda-Inggris meraja lela di Timur-Tengah khususnya Mesir. Selain itu, Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, saat kapal Volendam milik Belanda yang mengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said, ribuan penduduk dan buruh Mesir yang dimotori gerakan Ikhwanul Muslimin (persaudaraan kaum muslim), berkumpul di pelabuahan tersebut. Mereka menggunakan puluhan motor boat dengan bendera merah putih sebagai tanda solidaritas, berkeliaran di permukaan air untuk mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor boat perusahaan asing yang akan menyuplai air dan makanan untuk kapal Volendam.

Dukungan lainnya juga dari Syria, Iraq, Lebanon, Yaman, Saudi Arabia, dan Afganistan. Selain itu, Liga Arab juga memiliki peranan penting di sini. Kalian tahu, Gaes? Alasan mereka memberikan dukungan pada bangsa kita adalah didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan.

Sejarah di atas, apalagi namanya kalau bukan karena ukhuwah islamiyah? Lantas, apa yang sudah kita perbuat untuk umat muslim di bumi ini? Indonesia sudah merasakan aksi nyata mereka. Bahkan untuk kemerdekaan yang berharga ini, mereka berperan besar di dalamnya. Islam itu indah. See?

Nah, Mimin ingatkan, ya. Di 17-an nanti, jangan cuma semangat "merdeka! merdeka! merdeka!", tapi lupa sama mereka-mereka para muslim yang berjasa. Memang kita tidak bisa berbuat banyak, tapi Alloh akan mendengar doa kita kok.

Mimin cinta deh sama Indonesia. Iya, cinta sama kamu juga kok #cium jarak jauh.

Sumber: suaramuslim.net, dan sumber-sumber lain.


About Erwin Tiyati

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply